Teluk Lombok, Sangatta/Sabtu, 4 April 2015 Keluarga besar MI Ar-Riyadh Hidayatullah Bontang mengadakan kegiatan liburan bersama keluarga yang bertempat di Teluk Lombok Sangatta Kutai Timur. Rombongan memulai star dari kompleks Ponpes Hidayatullah Bontang pada pukul 07.00 Wita. Masing-masing ustadz-ustadzah MI Ar-Riyadh membawa serta keluarganya. Sebagian menumpangi bus Sapu Lidi Bontang - Samarinda serta yang lainnya menggunakan mobil pribadi.
PKBM MELATI BONTANG
at 06.15
Teluk Lombok, Sangatta/Sabtu, 4 April 2015 Keluarga besar MI Ar-Riyadh Hidayatullah Bontang mengadakan kegiatan liburan bersama keluarga yang bertempat di Teluk Lombok Sangatta Kutai Timur. Rombongan memulai star dari kompleks Ponpes Hidayatullah Bontang pada pukul 07.00 Wita. Masing-masing ustadz-ustadzah MI Ar-Riyadh membawa serta keluarganya. Sebagian menumpangi bus Sapu Lidi Bontang - Samarinda serta yang lainnya menggunakan mobil pribadi.
Baca Selanjutnya→
YAMI INA AMA TUNI SIWARETTE SARI MITENE
(Sumber : Tabaos Laskar Kakehan Buniari)
Hualoy
Negeri adat yang terletak di Bumi Nusa Ina, Hualoy terletak di Seram bagian
Barat, (Sumur Tala), Keturunan Hualoy adalah keturunan asli suku alifuru,
Hualoy yang terdiri dari dua kata Hua dan Loy, Hua artinya Meloncat dengan
bahasa Alune Alifuru, Dan loy mengiris kepala. Hualoy asal kata dari bahasa
Alifuru , “U..hua rau, U loy Ur-run-=-Perinta Untuk Memanggal Kepala Manusia”.
Konon
pada zaman dahulu jika seorang Ana Manawa (anak laki-laki) yang telah beranjak
dewasa dan ingin menikah/memiliki istri harus diuji kemampuannya untuk
menyembelih kepala manusia & di persembahkan di Baileo sebagai bukti
kemandirian/perlambang keperkasaannya.
PKBM MELATI BONTANG
at 18.17
YAMI INA AMA TUNI SIWARETTE SARI MITENE
(Sumber : Tabaos Laskar Kakehan Buniari)
Hualoy
Negeri adat yang terletak di Bumi Nusa Ina, Hualoy terletak di Seram bagian
Barat, (Sumur Tala), Keturunan Hualoy adalah keturunan asli suku alifuru,
Hualoy yang terdiri dari dua kata Hua dan Loy, Hua artinya Meloncat dengan
bahasa Alune Alifuru, Dan loy mengiris kepala. Hualoy asal kata dari bahasa
Alifuru , “U..hua rau, U loy Ur-run-=-Perinta Untuk Memanggal Kepala Manusia”.
Konon
pada zaman dahulu jika seorang Ana Manawa (anak laki-laki) yang telah beranjak
dewasa dan ingin menikah/memiliki istri harus diuji kemampuannya untuk
menyembelih kepala manusia & di persembahkan di Baileo sebagai bukti
kemandirian/perlambang keperkasaannya.
Baca Selanjutnya→